Skripsi atau tugas akhir merupakan langkah terakhir untuk menyandang gelar sarjana. Namun, skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir seakan telah menjadi tembok penghalang yang membatasi mahasiswa dalam meraih gelar sarjana tersebut. Ada banyak sekali hambatan yang membuat mahasiswa menyerah dalam mengerjakan skripsi. Entah hambatan berasal dari pihak eksternal atau dari dalam diri mahasiswa akhir itu sendiri.

Untuk menghindari telat lulus gara-gara skripsi atau bahkan berakhir gagal mengerjakan skripsi, PejuangSkripsi.com memberikan tips agar bisa menyelesaikan skripsi dengan baik.

1. Niat dan Komitmen Yang Kuat

Niat dan komitmen yang kuat memegang kendali penuh atas keberhasilan skripsi kamu. Butuh niat dan komitmen yang kuat supaya kamu bisa melalui masa sulit mengerjakan skripsi. Dalam proses pengerjaan skripsi akan ada halangan, rintangan, air mata, godaan yang memalingkan, dll. Pokoknya kamu harus kuat! Jika kamu mulai merasa goyah, selalu ingat perjuangan mereka yang selalu mendukungmu: orang tuamu, saudara-saudaramu, teman-temanmu dan orang tercinta lainnya. Yakinlah mereka menginginkan yang terbaik untukmu, yaitu lulus skripsi setelah itu menghadiri wisudamu dengan penuh kebanggaan.

2. Selalu Berdoa

Manusia hanya bisa berusaha, Allah SWT yang mentukan. Ada kalanya kita sudah berusaha maksimal, eh tak taunya tidak jadi sidang karena suatu masalah yang tak terduga, misal laptopnya hilang dan celakanya datanya cuma ada disitu. Hasilnya kamu harus ngulang skripsimu dari awal. Sebagai manusia kita serba terbatas, maka kita membutuhkan Allah SWT sebagai tempat bergantung. Oleh karena itu, berdo’lah setiap saat untuk kemudahan dan kelancaran skripsi, kebaikan diri, keluarga, dsb. Teruslah berdoa, jangan pernah bosan! Minta do’a kepada ayah ibumu, saudara-saudaramu, guru-gurumu dll. Karena kita tidak tau do’a siapa yang akan dikabulkan.

3. Memilih Topik Skripsi Yang Disukai dan Dipahami

Pilihlah topik yang kamu sukai. Ini sama halnya dengan kamu memilih jurusan. Kamu bakal enjoy ketika mengerjakan hal yang kamu sukai. Misalnya kamu menyukai segala perkuliahan mengenai ekonomi mikro, maka tak ada salahnya kamu memilih topik skripsi mengenai interaksi konsumen dan produsen. Hal tersebut bisa mempermudah kamu untuk mencari data, karena objek yang kamu pakai sudah kamu pahami dan waktu sidang bisa jadi nilai plus buat kamu. Karena belum tentu dosen penguji paham betul tentang objek yang kamu teliti.

4. Memilih Dosen Pembimbing Yang Sesuai

Dosen pembimbing bertugas mendampingi dan memberikan konsultasi kepada mahasiswa agar mampu menyusun skripsi dengan baik dan berkualitas. Dosbinglah yang bakal menemani hari-hari dalam konsultasi skripsimu, maju mundurnya skripsimu juga bergantung pada keputusan dosbing. Jadi, pilihlah dosen yang kamu anggap nyaman untuk konsultasi, bertangggung jawab dan memberikan solusi. Jika kamu tipe yang harus dipaksa, pilihlah dosen yang galak supaya kamu taat dan patuh, lantas berimplikasi pada persentase rajinnya kita ngerjain skripsi. Nggak masalah disemprot nyinyiran selama bimbingan, karena pasti semprotan dari dosen galak akan sangat bermanfaat. Yang penting skripsi selesai, iya kan? Lagipula dengan kamu memilih dosen galak sebagai dosbingmu, berkurang 1 orang dosen penguji yang killer.

5. Bersikap Baik Terhadap Dosen Pembimbing

Dosbingmu memegang peranan vital dalam proses kemajuan skripsimu. Disadari atau tidak, kamu bisa maju sampai sidang skripsi itu karena adanya persetujuan dosbingmu. Tanpa tanda tangannya, skripsi yang kamu banggakan tak akan pernah dipresentasikan dalam sidang. Belum lagi arahan dan solusi dari dosbing yang seolah memberikan jalan baru untuk skripsimu yang mentok. Oleh karena itu, bersikap baiklah pada dosbing, bicara sopan, dan jangan sekali-kali mendikte dosbingmu. Jika kamu terpaksa menggunakan pesan WA/email untuk menghubungi dosbingmu, gunakanlah kalimat formal, sopan dan tentunya tidak ambigu. Intinya, jangan pernah buat dosbingmu marah, klo udah marah, kelar idup lho!

6. Buat Timeline

Jika kamu mau berhasil dalam mengerjakan skripsi, mau tidak mau kamu harus membuat timeline pengerjannya. Buatlah timeline yang rasional dan tidak terlalu membebani. Kemudian sesuaikan dengan target waktu selesai skripsimu. Misalkan skripsimu ditargetkan selesai dalam 6 bulan, maka buat timeline pengerjaannya menjadi 4 bulan. Hal ini untuk menghindari timeline yang tidak sesuai target, sehingga jadwalnya menjadi bergeser. Nah, di PejuangSkripsi.com ini memakai timeline yang 2 bulan, doable banget lah…

7. Konsisten

Kamu juga harus konsisten alias istiqomah dalam ngerjain skripsimu, maksud dari konsisten itu lurus tanpa putus. Jadi ngerjain skripsi ya harus terus-terusan. Misalnya, kamu sediain waktu 1 jam untuk skripsimu tiap hari. Setiap hari harus ada yang kamu kerjain meskipun cuman 1 paragraf. Tapi bukan berarti tanpa break ya… Have fun boleh, tapi sampai rumah atau kos jangan lupa diintip skripsinya.. Tetap aja harus ngerjain karena kalau kita berhenti ngerjain satu hari aja bisa-bisa nanti nambah 2 hari, terus nambah 1 minggu lama-lama kamu berhenti ngerjain selama sebulan.